Showing posts with label Info Berita. Show all posts
Showing posts with label Info Berita. Show all posts
Tuesday, September 8, 2015
Pengendara Lamborghini di Kelapa Gading tidak di tahan
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kepolisian tidak menahan Roby (25), sopir Lamborghini putih yang menabrak pemotor di Kelapa Gading, beberapa hari lalu. Alasan penyidik tidak menjebloskan Roby ke balik jeruji, lantaran tersangka dianggap bersikap kooperatif saat diperiksa.
Menanggapi kondisi ini, sosiolog Musni Umar menilai, tidak seharusnya polisi menangguhkan penahanan tersangka. Musni berpendapat hal itu bakal berimbas kepada pandangan masyarakat akan sikap kepolisian dalam menegakkan hukum.
"Secara sosiolog, wajar jika nanti masyarakat prihatin. Jika melihat kasus ini, nanti masyarakat menilai, polisi pandang bulu dalam penegakan hukum, di mana orang kaya yang melakukan kesalahan tidak ditahan," kata Musni saat dihubungi merdeka.com, selasa (8/9).
Ia menambahkan, jika kejadian seperti ini terus terjadi, maka anggapan yang menyebut jika hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas akan semakin melekat dalam ingatan masyarakat. "Ini yang membuat masyarakat pesimis, apatis terhadap penegakan hukum di Indonesia," ujarnya.
Parahnya, lanjut Musni, jika terus dibiarkan maka menyebabkan semakin banyak terjadinya pengadilan jalanan, di mana masyarakat lebih memilih main hakim sendiri pelaku kejahatan. "Hal seperti ini sebaiknya jangan terus dibiarkan," tegasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal mengatakan pengemudi Lamborghini, Roby dianggap telah bersikap kooperatif, sehingga tidak perlu ditahan.
Lamborghini dengan nomor polisi B 8 RBY yang dikemudikan tersangka Roby menabrak pemotor bernama Endah, Minggu (6/9). Tersangka memacu mobil sport tersebut dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam.
Sunday, September 6, 2015
Presiden Jokowi kunjungi hutan yang terbakar di Sumsel
Presiden Joko Widodo meninjau langsung penanganan kebakaran hutan di Dusun Garonggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jokowi bahkan masuk sampai tengah hutan yang sudah hangus.
Jokowi bersama rombongan yang terdiri dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala KSP Teten Masduki, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar menempuh jalur darat dari Kota Palembang. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam dan tak ada sinyal seluler.
Kondisi tekstur jalan pun bergelombang sehingga sesekali iring-iringan mobil harus berjalan amat perlahan. Jalan yang belum diaspal atau pun dilapisi beton membuat pasir-pasir berterbangan.
Sesampainya di posko penanggulangan kebakaran lahan hutan, Jokowi dan jajarannya langsung menuju tengah hutan. Mereka melihat-lihat dampak kebakaran sambil berkoordinasi. Tanah pada lahan yang hangus tersebut menjadi labil. Sehingga sedikit amblas ketika diinjak.
"Kita sudah bicarakan masalah kebakaran lahan dan hutan yang menyebabkan kabut asap di enam provinsi. Memang tadi pagi yang kita lihat titik apinya paling banyak di Sumsel sehingga kita meluncur di sini. Kalau kita lihat memang ada penurunan dibanding kemarin, dari 321 menjadi 129. Tapi apapun, ini tetap mengganggu," tutur Jokowi usai meninjau lokasi.
Friday, September 4, 2015
Jepang kecewa Presiden Jokowi tolak kereta cepat
Presiden Joko Widodo memutuskan tidak melanjutkan proyek kereta cepat, sekaligus menolak proposal yang ditawarkan pihak Jepang dan China. Alasannya dua, Jokowi tak ingin proyek ini menggunakan APBN dan operasionalnya tidak memungkinkan di Indonesia
Usai keputusan itu Menko Perekonomian Darmin Nasution langsung mengundang perwakilan Jepang dan China. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengungkapkan kekecewaannya atas putusan pemerintah.
"Saya telah menyatakan penyesalan saya karena dua alasan. Tapi keputusan ini sudah dibuat pemerintah Indonesia dan kami menghormatinya karena ini bukan keputusan yang mudah. Saya akan langsung menyampaikan ke Tokyo," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/9).
Kekecewaan Jepang bukan tanpa alasan. Pertama, Jepang mengaku telah menggelontorkan dana besar untuk menggarap studi kelayakan (feasibility study/FS) kereta berkecepatan hingga 300 Km per-jam ini. Bahkan FS dilakukan selama tiga tahun bersama dengan pakar teknologi kereta cepat. Kedua, Jepang menawarkan teknologi terbaik, termasuk keamanan untuk proyek ini. Namun itu seolah sia-sia.
"Sebenarnya kami lebih senang kalau mengerjakan kereta cepat dan bisa dirasakan orang Indonesia," terangnya.
Meski demikian Tanizaki menegaskan, gagalnya proyek ini tidak akan mengganggu hubungan bilateral dua negara.
"Tidak, saya pikir seperti itu. Hubungan bilateral kami tetap kuat dan stabil karena Jepang dan Indonesia adalah mitra strategis," tutupnya.
Thursday, September 3, 2015
Inisial TM kasus prostitusi artis ternyata Tyas Mirasih
Artis cantik, Tyas Mirasih sepertinya sudah tidak bisa berkutik lagi. Meski sebelumnya terus mengelak disebut sebagai inisial artis PSK TM, namun bukti Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditunjukkan pengacara mucikari RA, Pieter Ell, tak bisa terelakan lagi.
Pasalnya pada berkas yang ditunjukkan Pieter, ada nama Tyas Mirasih dari para artis PSK binaan mucikari RA. Bukan itu saja, BAP tersebut juga memastikan bawah artis cantik tersebut benar penah diperiksa oleh penyidik.
Selain Tyas Mirasih, dalam berkas tersebut juga tercantum nama artis lain Shinta Bachir. Sama halnya dengan Tyas Mirasih, Shinta pun sempat membantah terlibat kasus prostitusi artis yang menyeret mucikari RA tersebut.
“Ada tiga nama artis. Saya tidak bisa membacakan. Silahkan baca sendiri. Ini versi BAP ya,” ujar Pieter Ell di temui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).
Dengan bukti yang ada, Pieter yakin jika artis yang terlibat prostitusi artis sudah tidak bisa membantah lagi. Bahkan Pieter memastikan jika smeua artis yang terlibat kasus ini akan dihadirkan di pengadilan.
“Semua artis yang inisialnya disebut menyangkal. Makanya nanti di persidangan, akan ketahuan siapa dan barang butinya milik siapa,” tandas Pieter Ell.
Seperti halnya artis Amel Alvy, Tyas Mirasih juga disebut-sebut merupakan salah satu artis yang diasuk musikari RA. Menurut keterangan RA yang dilansir polisi, tarif artis Tyas Mirasih juga berkisar antara Rp 80 juta sampai Rp 200 juta.
“Ya, seperti yang kalian sudah ketahuilah, sekitar Rp 80 juta, sekitar itu,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan AKBP Surawan, Kamis (28/5), seperti dikutip dariKompas.com.
Bahkan, menurut mucikari RA, artis Tyas Mirasih secara terang-terangan meminta pekerjaan alias tamu kepada RA. Pernyataan RA itulah yang kemudian membuat polisi memanggil artis itu menjadi saksi atas kasus prostitusi artis.
Subscribe to:
Posts (Atom)





