Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Wednesday, December 23, 2015

Pelatihan bela negara memakan korban


Kementerian Pertahanan mengeluarkan program bela negara untuk masyarakat agar bisa mengenal atau memahami empat pilar negara, sistem pertahanan semesta dan pengenalan alutsista TNI. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan tujuan dari kegiatan bela negara adalah untuk membentuk mental masyarakat Indonesia agar memiliki kesadaran akan rasa cinta terhadap Tanah Air, setia pada negara dan rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Ryamizard juga mengharapkan bela negara ini dapat menyebarkan apa yang telah didapat dalam acara program ini kepada masyarakat sebagai bagian dari revolusi mental bangsa Indonesia. Bela negara ini berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 3 dan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

"Tidak meniru siapa-siapa, ini hak dan kewajiban. Demo boleh, tapi negara minta warganya bela negara. Kita lahir dan besar di sini hidup bersama dan besar bersama. Bela Negara salah satu bentuk disiplin pribadi yang akan membentuk disiplin kelompok, seterusnya disiplin nasional," kata Ryamizard di kantornya, Jakarta, Senin (12/10).

Namun dalam perjalanannya, kegiatan bela negara ini membuat kader atau peserta tidak kuat mengikuti pelatihan ini. Ada sedikitnya kader bela negara meninggal dunia saat menjalani pelatihan.

Baru-baru ini, salah satu PNS di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY telah meninggal dunia usai mengikuti pelatihan bela negara di markas Batalion 403 Wirasadha Pratista, Yogyakarta, Rabu (23/12). PNS yang bernama Isparwono (53) diduga meninggal karena serangan jantung. Program tersebut dilakukan selama dua hari yakni pada Selasa-Rabu 22-23 Desember 2015.

Isparwono mendadak sakit ditengah pelatihan bela negara. Kemudian, ia meminta istirahat lantaran tak kuat mengikuti latihan ini. "Sekitar pukul 13.00 wib tadi, waktu istirahat kemudian merasa sakit, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sarjito," Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY Agus Supriyanto, Rabu (23/12).

Sesampainya di rumah sakit, Isparwono tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir. "Iya meninggal di sana (rumah sakit)," singkatnya.

Sebelum korban Isparwono, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Dyah Purnamaningrum telah meninggal dunia ketika menjalani pelatihan di Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (17/11). Dyah yang berusia 41 tahun itu pejabat eselon IV di Kemenhub dan menjabat sebagai Kasubag Kerjasama Regional Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri.

"Sejak hari minggu dalam keadaan sehat dan tidak ada keluhan apapun, tetapi setelah mengikuti kegiatan di hari senin, kondisi almarhumah drop karena sesak nafas."


Korban menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 17 November 2015 sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelumnya, korban mengikuti Pelatihan Baris Berbaris (PBB). Namun ia meminta izin keluar dari barisan karena mengalami pusing dan berteduh di bawah pohon.

Kemudian, korban dievakuasi dengan ambulance menuju Puskesmas Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Setelah ditangani dokter di ruang Unit Gawat Darurat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Almarhumah dibawa ke rumah duka di Kendal, Jawa Tengah.

Monday, December 14, 2015

Ditemukan 28 emas batangan di Yogyakarta


Warga Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digegerkan oleh penemuan 28 batang logam mirip emas batangan. Bahkan, ciri-ciri emas ini dianggap sebagai harta karun peninggalan Presiden RI pertama Ir Soekarno .

Sang penemu itu adalah Sukasman (35) warga Dusun Pepen, Desa Giripeni Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, DIY menemukan satu kotak besi berisi 28 batang logam yang mirip dengan emas batangan.

Sukasman menemukan puluhan batang logam itu saat bermain di Pantai Glagah, Temon, belum lama ini. Penemuan ini menarik kehadiran warga untuk melihat temuan tersebut.

Ciri-ciri yang meyakinkan logam batang berwarna kuning mirip emas itu harta karun peninggalan Bung Karno adalah pada sisi batangan ini ada gambar Presiden Soekarno .

"Saat itu anak saya bersama dengan temannya bermain di Pantai Glagah. Pada bibir pantai yang terkena abrasi, kotak ini sedikit Nampak. Saat itu juga digali dan ditemukan kotak besi. Kotak berukuran 40x25 cm dengan tinggi 15 cm ini awalnya nampak kotor," tutur Sukasman saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (13/2/15).